Cara Menghitung KPR dan Bunga dengan Mudah
Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menjadi opsi utama bagi banyak individu yang ingin memiliki tempat tinggal tanpa perlu menyiapkan dana besar di awal. Namun, sebelum memutuskan untuk mengajukan KPR, sangat penting untuk memahami cara menghitung cicilan serta bunga agar pengambilan keputusan tidak keliru. Perhitungan yang akurat akan membantu calon pembeli mengevaluasi kemampuan finansial dan memilih opsi yang paling tepat.
1. Mengetahui Unsur Utama dalam KPR
Dalam skema pembiayaan KPR, terdapat beberapa komponen esensial yang harus dimengerti:
Harga Properti
Ini adalah jumlah nilai dari rumah yang hendak dibeli. Besaran harga inilah yang menjadi acuan semua perhitungan selanjutnya.
Uang Muka
Pihak bank umumnya menetapkan uang muka minimum antara 10% hingga 20% dari total harga properti. Semakin tinggi uang muka yang diberikan, semakin kecil jumlah pinjaman yang harus dilunasi dan cicilan bulanan.
Jangka Waktu Kredit
Jangka waktu KPR biasanya berkisar dari 5 hingga 30 tahun. Jangka waktu yang lebih panjang akan membuat cicilan lebih ringan, namun total bunga yang akan dibayar menjadi lebih besar.
Suku Bunga
Ada dua jenis sistem suku bunga yang umum digunakan:
Bunga tetap: Besaran suku bunga tidak mengalami perubahan selama periode tertentu.
Bunga mengambang: Besaran suku bunga dapat berubah mengikuti kebijakan dari bank atau kondisi pasar.
2. Formula Dasar untuk Menghitung Cicilan KPR
Sebagian besar lembaga keuangan menerapkan metode anuitas, yaitu cicilan dengan jumlah tetap setiap bulan, tetapi komposisinya antara bunga dan pokok mengalami perubahan.
Rumus cicilan KPR dengan metode anuitas:
C=P×(1+i)n−1i(1+i)n
Explanation:
C = monthly payment
P = principal amount borrowed (price of the house – down payment)
i = monthly interest rate (annual interest rate ÷ 12)
n = total months (loan term × 12)
Explanation:
C = monthly payment
P = principal amount borrowed (price of the house – down payment)
i = monthly interest rate (annual interest rate ÷ 12)
n = total months (loan term × 12)
C=400.000.000×(1+0,00667)180−10,00667(1+0,00667)180
Setelah dilakukan perhitungan, cicilan bulanan kira-kira berada di angka Rp3,8 juta.
4. Menghitung Jumlah Bunga yang Dibayarkan
Setelah mengetahui besaran cicilan bulanan, Anda dapat menentukan total pembayaran selama masa pinjaman:
Cicilan bulanan: Rp3.800.000
Masa pinjaman: 180 bulan
Total pembayaran = 3.800.000 × 180 = 684.000.000
Jumlah pembayaran = 3.800.000 × 180 = 684.000.000
Jumlah bunga yang harus dibayarkan:
684.000.000 - 400.000.000 = 284.000.000
684.000.000 - 400.000.000 = 284.000.000
Dari perhitungan ini terlihat bahwa meskipun jumlah pinjaman pokok hanya Rp400 juta, total bunga yang harus dibayarkan sangat signifikan.
5. Cara Cepat Menghitung Tanpa Rumus
Jika Anda tidak ingin melakukan perhitungan secara manual, Anda bisa memanfaatkan:
Kalkulator KPR bank yang dapat diakses secara daring
Aplikasi keuangan seperti Cermati, Lifepal, atau Konsumen Bank Indonesia
Tabel simulasi KPR yang disediakan oleh bank melalui brosur atau situs web resmi
Namun, penting untuk memahami metode perhitungan manual agar terhindar dari kesalahpahaman.
6. Tips Mengurangi Beban KPR
Agar pembayaran terasa lebih ringan dan total bunga tidak menjadi terlalu besar, beberapa cara berikut dapat diterapkan:
Lakukan pembayaran uang muka yang lebih besar
Uang muka yang lebih signifikan akan mengurangi jumlah pinjaman pokok sehingga cicilan yang dibayar pun menjadi lebih kecil.
Pilih jangka waktu yang lebih singkat
Walaupun cicilan per bulan menjadi lebih tinggi, total bunga yang harus dibayar akan jauh lebih sedikit.
Manfaatkan penawaran bunga rendah
Beberapa bank menyediakan suku bunga tetap yang rendah untuk tahun pertama sampai tahun kelima.
Lakukan pelunasan lebih cepat jika memungkinkan
Ketika keadaan finansial Anda meningkat, melunasi sebagian utang dapat mengurangi beban bunga secara signifikan.

Posting Komentar untuk "Cara Menghitung KPR dan Bunga dengan Mudah"