Cara Menata Rumah Kecil Agar Lebih Lega (Khusus Rumah Tipe 36 dan 45)

 

Rumah dengan tipe 36 dan 45 adalah dua kategori tempat tinggal yang paling lazim ditemukan di Indonesia, terutama di lingkungan perumahan menengah serta yang mendapatkan subsidi. Konsekuensi dari ukuran bangunan yang terbatas menjadikan penataan ruang sebagai elemen penting dalam menciptakan tempat tinggal yang nyaman dan berfungsi dengan baik. Dari perspektif perencana ruang dan desainer interior, tipe rumah ini sesungguhnya memiliki kesempatan yang besar untuk terlihat lebih luas jika ditata dengan pendekatan yang sesuai dan terukur.

1. Penataaan Zona Ruang yang Efisien

Pada hunian tipe 36 dan 45, kesalahan umum yang sering dijumpai adalah pembagian ruang yang terlalu ketat. Prinsip profesional yang dianjurkan adalah open plan yang terbatas, yaitu mengintegrasikan beberapa fungsi ruang tanpa benar-benar menghapus batas fisik sepenuhnya. Ruang tamu, ruang keluarga, dan ruang makan sebaiknya berada dalam satu area visual yang sama tanpa adanya sekat permanen. Apabila diperlukan sebuah pemisah, gunakan partisi yang ringan seperti rak terbuka atau variasi material pada lantai agar aliran udara dan cahaya tetap optimal.

2. Pemilihan Furnitur yang Proporsional dan Multifungsi

Furnitur menjadi faktor kunci dalam menciptakan kesan luas atau sempit pada rumah dengan tipe kecil. Untuk tipe 36 dan 45, pemilihan furnitur harus disesuaikan dengan ukuran ruangan, bukan hanya mengandalkan desainnya. Pilihlah sofa dua dudukan, meja makan yang minimalis untuk empat orang, serta lemari yang memiliki desain vertikal. Dari pandangan para ahli, furnitur multifungsi sangat dianjurkan, seperti tempat tidur yang dilengkapi dengan laci penyimpanan, meja lipat yang bisa dipasang di dinding, atau bangku yang memiliki ruang penyimpanan di dalamnya. Cara ini membantu mengurangi jumlah perabot tanpa mengorbankan kegunaan.

3. Meningkatkan Penyimpanan Secara Vertikal

Untuk rumah tipe 36 dan 45, yang umumnya memiliki ukuran lantai yang terbatas, solusi terbaik adalah memaksimalkan dinding serta area tinggi. Lemari yang menjulang hingga plafon, kabinet dapur yang digantung, dan rak dinding bisa membebaskan area bawah sehingga rumah terasa lebih luas. Prinsip yang dijalankan oleh para profesional adalah mengalihkan fungsi penyimpanan ke arah vertikal tanpa membuat ruang terasa berat secara visual. Gunakan warna cerah dan desain yang sederhana agar penyimpanan bisa menyatu dengan interior.

4. Memilih Warna dan Pencahayaan yang Sesuai

Dari aspek desain interior, warna berpengaruh signifikan terhadap persepsi luas sebuah ruang. Dalam konteks rumah tipe 36 dan 45, penggunaan palet warna netral yang terang seperti putih, krem, abu-abu muda, atau beige sangat dianjurkan. Warna-warna tersebut membantu memantulkan cahaya dan menciptakan kesan lapang. Optimalisasi pencahayaan alami harus dilakukan melalui jendela besar, ventilasi silang, dan penggunaan tirai yang tipis. Apabila pencahayaan alami tidak mencukupi, gunakan pencahayaan buatan bertingkat dengan lampu plafon utama bersamaan dengan lampu dinding atau lampu sudut.

5. Pengelolaan Area Kamar Tidur yang Efisien

Kamar tidur dengan desain rumah tipe 36 dan 45 umumnya memiliki dimensi yang terbatas. Para ahli merekomendasikan agar perabotan di dalam kamar dibatasi pada hal-hal yang benar-benar diperlukan. Pilihlah tempat tidur yang dilengkapi dengan ruang penyimpanan di bawah, lemari pakaian yang terintegrasi, dan hindari menggunakan meja rias yang besar. Pastikan posisi tempat tidur tidak menghalangi jalur pergerakan, serta manfaatkan dinding untuk menempatkan rak atau lampu agar ruang lantai tetap terlihat lebih luas.

6. Pemanfaatan Area Belakang dan Samping Rumah

Banyak rumah dengan tipe 36 dan 45 memiliki sisa lahan di bagian belakang atau samping yang sering kali tidak dimanfaatkan. Ruang tersebut sebaiknya digunakan untuk membuat taman kecil, area pencucian, atau ruang layanan terbuka. Keberadaan ruang terbuka, meskipun dalam ukuran kecil, dapat memberikan dampak psikologis yang kuat terhadap kenyamanan serta peredaran udara di dalam rumah.

7. Konsistensi dan Kedisiplinan Penataan

Dari sudut pandang profesional, rumah berukuran kecil memerlukan disiplin yang lebih dalam menjaga kerapihan. Barang-barang yang jarang digunakan sebaiknya disortir secara rutin. Rumah tipe 36 dan 45 akan terasa jauh lebih luas jika jumlah barang dapat dikendalikan dan setiap item memiliki tempat penyimpanan yang khusus.

Posting Komentar untuk "Cara Menata Rumah Kecil Agar Lebih Lega (Khusus Rumah Tipe 36 dan 45)"